Enterpreneur, pertama Mental, terakhir Modal

 on Kamis, 26 Februari 2015  

“pernah saya bertemu dengan seorang mahasiswa alumni perguruan tinggi Manajemen di salah satu perguruan tinggi Jogjakarta, kami banyak berbicara mengenai bisnis dan peluang usaha. Sewaktu waktu saya masuk kepada modal usaha, saya bercerita tentang niat bahwa saya ingin memulai usaha tapi saya bilang tidak memiliki modal. Lantas dia menjawab, kamu butuh berapa juta untuk usahamu, seratus juta cukup?. Selanjutnya dia bilang, saya ada seratus juta, kalau kamu mau buka usaha, boleh saya pinjamkan dan terserah kamu kapan saja mau kembalikan. Tapi pertanyaannya adalah apa yang akan kamu lakukan dengan uang sebannyak itu?. Saya hanya terdiam dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan uang itu.”

Disnisilah sebenarnya mental seorang pengusaha hatus dipertanyakan, banyak sekali kalangan yang memliki rencana matang dalam berwirausaha, namun setelah berbicara mengenai dengan apa anda akan merealisasikan rencana itu? Modal. Sebagaian besar menganggap bahwa mereka yang sukses dengan banyak perusahaan pasti memiliki modal yang besar. Berbanding terbalik dengan apa yang saya alami pada penggalan kisah diatas tadi. Modal sudah ada bahkan mencapai angaka 100.000.000. tapi masalahnya adalah, saya tidak memilki mental kuat dalam lingkungan usaha, dan yang ada hanyalah rencana dan konsep saja. Lantas bagaimana yang tepat, konsep matang tanpa modal, atau modal tanpa konsep yang matang? Kedunya bisa saja salah, bisa saja benar, tergantung mental dalam lingkup enterpreneur.
Ada banyak pendapat mengenai enterpreneur dan mentalnya, menurut  Ahmad Rouzni Noor (1994:26) menjelaskan bahawa enterpreneurship adalah seseorang yang memiliki keahlian inovasi dan kreasi serta kekuatan imajinasi yang berorientasi kepada sasaran dan masa depan dengan kemampuan kepemimpinannya berkeyakinan berhasil dan siap menanggung risiko.
Menurut profesor Edwood Chapman, dalam buku yang ditulis M. Suyanto (11 rahasia sukses membangun bisnis tanpa modal) menjelaskan bahawa mental adalah cara mengkomunikasikan atau mengekspresikan suasana hati atau watak kepada orang lain. Bisa di jelaskan lebih rinci bahwa apabila seseorang dengan arus berfikir negatif kepada orang lain maka hal itu lebih mengacu kepada mental negatif begitupun sebaliknya.
Mental positif dalam lingkungan enterprenuer adalah menjadi senjata ampuh untuk mencapai tujuan dengan gigih, dimana seorang dengan mental positif akan senantiasa memandang kegagalan sebagai bagian dari apa yang sedang dia lakukan. Ketika mengalami kegagalan, bukanlah pesimistis yang dibangun dalam sikap mentalnya, melainkan menjadikan hal tersebut sebagai more power, terkadang hanya berkata “ah ini hanya kesandung saja, dan saya akan bangkit dua kali ketika terjaruh satu kali”.
Mental dalam berbisnis memang sangat diperlukan apalagi untuk calon pebisnis muda. Dengan mental yang kuat maka seorang pebisnis akan lebih mudah mengobsesi diri sendiri juga orang lain sehingga usaha yang diciptakan akan semakin maju dan berkembang pesat. Bagi Anda yang ingin berkecipung di dunia bisnis atau sudah berkecipung di dunia bisnis mulailah untuk menumbuhkan mental diri yang kuat agar menjadi pebisnis yang sukses.  Bagimana membangun mental agar bisa menjadi enterpreneur yang sukses?
1.      Mental Positif adalah aset utama dalam enterpreneur. Sebagaimana ilustrasi diatas.
2.      Berani berfikir beda. Perbedaan jadikan sebagai dasar utama dalam faktor kompetitif dunia usaha, yang perlu dipertimbangkan adalah, apakah sesuatu yang berbeda itu dapat mengubah pola dan alur usaha yang sebelumnya dimiliki orang lain?. Berfikir beda dalam dunia bisnis adalah terkait dengan bagaimana kita mengubah sesuatu yang selaras menjadi sebuah peluang baru. Hal ini ada kaitannya dengan berani mengambil resiko selanjutnya
3.      Berani mengambil resiko. Sebagamana yang dijelaskan dalam bisnis hack mengenai cara membangun mental bisnis yang kuat, Risiko bukanlah momok yang harus dihindari namun suatu tantangan yang harus Anda hadapi. Kegagalan bukanlah suatu yang fatal namun awal dari keberhasilan. Orang yang lebih sering gagal akan cepat mendapatkan kesuksesan dibandingkan orang yang belum pernah gagal sama sekali. Karena kegagalan yang pernah mereka alami akan menjadi cambuk dan kontrol ketika mereka mengambil keputusan dikesempatan berikutnya. Tahukah Anda, saat mengambil suatu risiko disitulah saat Anda mengambil peluang suatu keberhasilan. Namun saat Anda takut dalam mengambil suatu risiko, justru itu akan menghilangkan peluang keberhasilan Anda. Banyak diantara orang-orang yang sukses terutama dalam bidang perbisnisan yang tanpa banyak berfikir mengenai hal yang akan terjadi selanjutnya. Sekali mereka mengambil suatu tindakan atau pilihan maka mereka tidak akan tanggung-tanggung apalagi ragu bahkan mundur ke belakang. Mereka akan senantiasa menerima konsekuensi apapun dari usaha yang mereka lakukan. Karena mereka berprinsip bahwa kesempatan itu tidak akan datang dua kali, apalagi kesempatan dalam dunia bisnis. 
4.      Modal. Ini hanya menyangkut pelengkap saja.

ada banyak referensi yang menjelaskan tentang menjadi smart enterprenenur. seperti buku yang di tulis M.Suyanto. salah satu smart enterpreneur yang juga merupakan dosen di STMIK AMIKOM Yogyakarta
sumber gambar : gettingsmart.com
Enterpreneur, pertama Mental, terakhir Modal 4.5 5 Unknown Kamis, 26 Februari 2015 “pernah saya bertemu dengan seorang mahasiswa alumni perguruan tinggi Manajemen di salah satu perguruan tinggi Jogjakarta, kami banya...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cak Bisnis | we are your partner business

Popular Posts