“pernah saya bertemu
dengan seorang mahasiswa alumni perguruan tinggi Manajemen di salah satu
perguruan tinggi Jogjakarta, kami banyak berbicara mengenai bisnis dan peluang
usaha. Sewaktu waktu saya masuk kepada modal usaha, saya bercerita tentang niat
bahwa saya ingin memulai usaha tapi saya bilang tidak memiliki modal. Lantas dia
menjawab, kamu butuh berapa juta untuk usahamu, seratus juta cukup?. Selanjutnya
dia bilang, saya ada seratus juta, kalau kamu mau buka usaha, boleh saya
pinjamkan dan terserah kamu kapan saja mau kembalikan. Tapi pertanyaannya
adalah apa yang akan kamu lakukan dengan uang sebannyak itu?. Saya hanya
terdiam dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan uang itu.”
Disnisilah sebenarnya
mental seorang pengusaha hatus dipertanyakan, banyak sekali kalangan yang
memliki rencana matang dalam berwirausaha, namun setelah berbicara mengenai
dengan apa anda akan merealisasikan rencana itu? Modal. Sebagaian besar
menganggap bahwa mereka yang sukses dengan banyak perusahaan pasti memiliki
modal yang besar. Berbanding terbalik dengan apa yang saya alami pada penggalan
kisah diatas tadi. Modal sudah ada bahkan mencapai angaka 100.000.000. tapi
masalahnya adalah, saya tidak memilki mental kuat dalam lingkungan usaha, dan
yang ada hanyalah rencana dan konsep saja. Lantas bagaimana yang tepat, konsep
matang tanpa modal, atau modal tanpa konsep yang matang? Kedunya bisa saja
salah, bisa saja benar, tergantung mental dalam lingkup enterpreneur.
Ada banyak pendapat mengenai enterpreneur dan
mentalnya, menurut Ahmad Rouzni Noor
(1994:26) menjelaskan bahawa enterpreneurship adalah seseorang yang
memiliki keahlian inovasi dan kreasi serta kekuatan imajinasi yang berorientasi
kepada sasaran dan masa depan dengan kemampuan kepemimpinannya berkeyakinan
berhasil dan siap menanggung risiko.
Menurut profesor Edwood Chapman, dalam buku
yang ditulis M. Suyanto (11
rahasia sukses membangun bisnis tanpa modal) menjelaskan bahawa mental
adalah cara mengkomunikasikan atau mengekspresikan suasana hati atau watak
kepada orang lain. Bisa di jelaskan lebih rinci bahwa apabila seseorang dengan
arus berfikir negatif kepada orang lain maka hal itu lebih mengacu kepada
mental negatif begitupun sebaliknya.
Mental positif dalam lingkungan enterprenuer
adalah menjadi senjata ampuh untuk mencapai tujuan dengan gigih, dimana seorang
dengan mental positif akan senantiasa memandang kegagalan sebagai bagian dari
apa yang sedang dia lakukan. Ketika mengalami kegagalan, bukanlah pesimistis
yang dibangun dalam sikap mentalnya, melainkan menjadikan hal tersebut sebagai more
power, terkadang hanya berkata “ah ini hanya kesandung saja, dan saya akan
bangkit dua kali ketika terjaruh satu kali”.
Mental dalam berbisnis
memang sangat diperlukan apalagi untuk calon pebisnis muda. Dengan mental yang
kuat maka seorang pebisnis akan lebih mudah mengobsesi diri sendiri juga orang
lain sehingga usaha yang diciptakan akan semakin maju dan berkembang pesat.
Bagi Anda yang ingin berkecipung di dunia bisnis atau sudah berkecipung di
dunia bisnis mulailah untuk menumbuhkan mental diri yang kuat agar menjadi
pebisnis yang sukses. Bagimana membangun
mental agar bisa menjadi enterpreneur
yang sukses?
1.
Mental Positif adalah aset utama dalam
enterpreneur. Sebagaimana ilustrasi diatas.
2.
Berani berfikir beda. Perbedaan jadikan
sebagai dasar utama dalam faktor kompetitif dunia usaha, yang perlu
dipertimbangkan adalah, apakah sesuatu yang berbeda itu dapat mengubah pola dan
alur usaha yang sebelumnya dimiliki orang lain?. Berfikir beda dalam dunia
bisnis adalah terkait dengan bagaimana kita mengubah sesuatu yang selaras
menjadi sebuah peluang baru. Hal ini ada kaitannya dengan berani mengambil
resiko selanjutnya
3.
Berani mengambil resiko. Sebagamana yang
dijelaskan dalam bisnis
hack mengenai cara membangun mental bisnis yang kuat, Risiko
bukanlah momok yang harus dihindari namun suatu tantangan yang harus Anda
hadapi. Kegagalan bukanlah suatu yang fatal namun awal dari keberhasilan. Orang
yang lebih sering gagal akan cepat mendapatkan kesuksesan dibandingkan orang
yang belum pernah gagal sama sekali. Karena kegagalan yang pernah mereka alami
akan menjadi cambuk dan kontrol ketika mereka mengambil keputusan dikesempatan
berikutnya. Tahukah Anda, saat mengambil suatu risiko disitulah saat Anda
mengambil peluang suatu keberhasilan. Namun saat Anda takut dalam mengambil
suatu risiko, justru itu akan menghilangkan peluang keberhasilan Anda. Banyak
diantara orang-orang yang sukses terutama dalam bidang perbisnisan yang tanpa
banyak berfikir mengenai hal yang akan terjadi selanjutnya. Sekali mereka
mengambil suatu tindakan atau pilihan maka mereka tidak akan tanggung-tanggung
apalagi ragu bahkan mundur ke belakang. Mereka akan senantiasa menerima
konsekuensi apapun dari usaha yang mereka lakukan. Karena mereka berprinsip
bahwa kesempatan itu tidak akan datang dua kali, apalagi kesempatan dalam dunia
bisnis.
4.
Modal. Ini hanya menyangkut pelengkap
saja.
ada banyak referensi yang menjelaskan tentang menjadi smart enterprenenur. seperti buku yang di tulis M.Suyanto. salah satu smart enterpreneur yang juga merupakan dosen di STMIK AMIKOM Yogyakarta
sumber gambar : gettingsmart.comada banyak referensi yang menjelaskan tentang menjadi smart enterprenenur. seperti buku yang di tulis M.Suyanto. salah satu smart enterpreneur yang juga merupakan dosen di STMIK AMIKOM Yogyakarta





Tidak ada komentar:
Posting Komentar