Perkembangan teknologi informasi dalam bisnis memiliki
dampak yang signifikan. Mulai dari
penyajian hingga konsep penerapan pasar yang lebih komplek. Seorang bisnisman
tidak cukup hanya memiliki konsep dan perencanaan matang dalam bisnis atau
usahanya. Faktor kompetitif dalam bisnis yang juga semkin besar tidak cukup
hanya dengan konsep dan perencanaan yang matang. Dinisilah titik yang akan saya
bicarakan bahawa bisnis membutuhkan penyajian langsung yang beda dan unik. Secara
garis besar penyajian bisnis adalah bagimana mengimplementasikan konsep dan
pemikiran mengenai bisnis dalam realitas yang pasti. Umumnya akan membicarakan
mengenai target dan bagaimana menjadikan bisnis menjadi win to win intinya adalah bagaimana perusahaan menraup keuntungan
bisnis yang besar tanpa harus menanggalkan target uatama pangsa pasarnya.
Ada beberapa hal yang menjadi satu kesatuan dalam penyajian
bisnis yang tepat, salah staunya adalah mengenai info graphis sebagaimana pendiri
Column Five jelaskan bahawa
infografis adalah salah satu media tepat untuk menyajikan bisnis dalam bentuk
yang menarik. Mengapa demikian. Manusia sebagai objek utama yang berkebutuhan
dalam bisnis lebih menyukai grafis atau sesuatu yang divisualkan dan memiliki
cerita mengenai informasi apa yang akan disampaikan, data yang menjadi
kebutuhan utama, rancangan, ilustrasi, visualisasi hingga nantinya menjadi satu
kesatuan untuk media penyajian bisnis itu sendiri.
Sebagaimana definisi umum mengenai informasi, bahawa data
yang telah diolah sehingga dapat berguna untuk orang lain. Hampir serupa hal
tersebut, konsep penyajian bisnis yang baik untuk seorang bisnisman adalah
memvisualiasasikan target-target apa yang akan diraih dalam ranah bisnis yang
telah ditentukan. Lalu bagimana agar penyajian target-target dan tujuan sebuah
bisnis atau usaha agar dapat secara langsung dikomunikasikan dan menjadi
informasi penting . Apa yang membedakan penyajian bisnis dengan konsep
visualisasi dengan penyajian yang lain? Sudah barang tentu dalam benak anda
akan ada persepsi bahwa penyajian bisnis dalam visual adalah menyangkut iklan
sebuah bisnis atau usaha (produk). Memang benar adanya. Di Indonesia iklan atau
advertising mengenai sebuah produk adalah hal utama dalam
pangsa bisnis, dengan iklan banyak usaha bisnis mencoba untuk menyediakan
informasi yang akan menjadi nilai pikat dan sebagai suatu usaha untuk menarik
konsumen. Tapi apakan perancangan iklan yang seperti itu akan selamanya bisa
menarik konsumen? Jawabanya masih abu-abu, bisa iya bisa tidak, bahkan sama
sekali tidak.
Oleh karena itu visualisasi dalam penyajian bisnis adalah
membicarakan bagaimana sebuah iklan usaha dalam memvisualisasikan sebuah grafis
sehingga bisa berkomunikasikan informasinya dengan sangat jelas, dan mungkin
tanpa bias sama sekali. Bagaimana caranya? Maka bagi seorang perancangan grafis
bisnis dibutuhkan yang namanya komprehensif,
kemudian ritensi, dan setelah itu
baru daya pikat. Bukan seperti apa yang banyak berkembang di pasar sekarang,
yakni iklan atau visualisasi grafis lebih ditekankan kepada daya pikat tanpa
mempertimbangkan hal pokok diatas.
Konsep ini lebih mematangkan kepada penyatuan tiga hal yang
utama dalam realitas masyarakat dunia. Didalamnya menyangkut aplikasi bisnis
dalam akademis, ilmiah dan kecerdasan dalam bisnis. Mengapa demikian? Ruang akademis,
ilmiah dan kecerdasan bisnis ini biasanya memiliki agenda-agenda penting
selaian menyampaikan sebuah informasi dan pengathuan juga membuat pemirsa bisa
memahaminya. Dalam penerapannya daya pihat bisanya bukan menjadi hal utama ,
karena yang palig diperlukan pemirsa adalah informasi dan karena itu
mencarinya. Lantas dimana daya pikta dapat berguna? Daya pikat hanya berguna
ketika unsur itu (informasi yang disajika) dapat menahan perhatian pemirsa guna
memungkinkan pemahaman lebih lanjut.
Oleh karenanya semua proses visualisasi usaha atau bisnis
yang menyangkut produk tidak selamnya hanya mengenai menarik konsumen, tapi
bagaimana konsumen bisa tertari dengan informasi yang disediakan atas dasar
kebutuhanya. Disinilah seorang perancangan akan dituntur untuk lebih dalam
perancangan visual sebuah bisnis.
sumber gambar : www.centerforvisualmusic.org
sumber gambar : www.centerforvisualmusic.org







Tidak ada komentar:
Posting Komentar