Siapa yang tek kenal Steve Jobs,
seorang cerdas dalam dunia bisnis, lahir di San Francisco, California, Amerika
Serikat, 24 Februari 1955 – meninggal di Palo Alto, California, Amerika
Serikat, 5 Oktober 2011 pada umur 56 tahun) adalah seorang tokoh bisnis dan
penemu Amerika Serikat. Ia adalah pendiri pendamping, ketua, dan mantan CEO Apple
Inc. pada tahun
1974 Steve Jobs diterima kerja sebagai teknisi di perusahaan yang mendesain
circuit board, Atari. Dari sinilah kepiawaiannya tentang komputer semakin
terasah, ia memutuskan bahwa dunia yang dicarinya telah ia temukan yaitu dunia
komputer.Pada tahun 1976 Steve Jobs mengajak teman lamanya Steve Wozniak untuk mendirikan perusahaan IT dengan logo terkenalnya yaitu apel putih yang tergigit. Ya perusahaan itu adalah Apple. Dengan Visi Ingin merubah dunia, Steve Jobs memulai petualangannya. Sepuluh tahun ia dan temanny abekerja keras membangun Apple. Akhirnya Apple tumbuh menjadi perusahaan besar yang menguntungkan dengan jumlah pegawai mencapai 4000 orang. Pada tahun 1986 Apple meluncurkan produk andalannya berupa komputer pertama yaitu Macintosh. Sudah bukan rahasia umum bahwa steve jobs adalah seorang tokoh dalam binis yang merubah dunia, bahkan kisahnya sempat difilmkan
Berbalik ke judul artikel ini tentang reaksi emosional terhadap desain produk sebuah peruhaan. Sebenarnya apa korelasi antara reaksi emosional dan desain tersebut? Ketika kita berbicara mengenai reaksi emosional manusia maka akan menyangkut mengenai emosi itu sendiri yang merupakan tindakan manusia yang dipengaruhi oleh dorongan dan tekanan emosional maupun hasil berfikir dan mempertimbangkan sesuatu yang objektif. Terdapat 3 hal pokok dari emosi itu sendiri, yakni aspek pengalaman batiniyah, tingkah laku yang nampak dan perubahan-perubahan secara fisiologis secara internal. Secara sederhana emosi dapat didefinisikan sebagai hasil produksi dari pengalaman sadar manusia. Dalam dunia bisnis emosional juga dapat berpengaruh penting dalam penbidikan pasar atau segmintasi pasar. Hal ini yang sering terlupakan oleh banyak orang, jarang pengusaha-pengusaha yang relatif baru dalam dunia bisnis memeperhatikan lebih hal tersebut, semuanya hanya terpaku kepada pendapatan yang melimmpah tanpa melihat hal-hal pokok yang berkaitan dengan konsumen atau menusia yang menjadi objek utama bisnis itu sendiri. padahal efek dari penerapan unsur emosional terhadap sigmentasi pasar memiiliki pengaruh yang signifikan. Penentuan pasar yang didasarkan kepada reaksi emosional akan lebih fokus terhadap tersedinya kebutuhan manusia yang kompleks, dimana kebutuhan manusia ini lebih cenderung kepada pemuasan emosi. Tak jarang mereka mencari sesuatu untuk pemenuhan kebutuhan yang sifatnya emosional tersebut. Mugnkin ada yang menyangkal bahwa anatara emosi keinginan itu beda. Namun saya tekankan bahawa emosional dan keinginan merupakan korelasi kausalitas manusia yang dasar, dimana keinginan cenderung merupakan hasil ilustrasi dari emosi tersebut
Steve jobs mengatakan mengapa Ipod yang merupakan pemutar musik produksi Apple lebih laris dari pada pemutar musik yang diproduksi oleh pesaingnya? Jawabnnya sederhana, yakni desain, walaupun sebenarnya fitur yang lain juga mempengaruhi. Namun Steve lebih menekankan bahwa rancangan atau desain sebuah produk itu tidak hanya memberikan daya pikat tambahan kepada semua produk, tetapi juga dapat menyulut reaksi emosional manusia yang pada akhirnya akan mengilustrasikan sebuah keinginan.
Jadi apa yang bisa kita aplikasi dari proses emosional dan desain ini dalam perusashaan. Kita bisa melihat kepada kecenderungan konsumtif manusia. Budaya konsumtif inilah yang menjadi celah kita untuk bisa memasukkan kepada unsur emosional terhadap desain. Seperti contoh perusahaan dengan brand besar asal inggris Virgin menambah unsur seksi dalam penerbangannya, dimana mereka mendesain interiornya lebih kepada kebutuhan emosional dengan mempercantik dan menyulapnya menjadi tempat bersantai. Dimana unsur emosional ini lebih berfokus kepada kepuasan batin mereka, yakni setelah budaya konsumtif mereka sudah banyak terpenuhi, maka bukan tidak mungkin kepuasan batin mereka relatf kurang karena usaha mereka untuk memmenuhi kebutuhan itu. Dengan kata lain mereka sudah bisa memenuhi kebutuhannya tapi belum bisa memuaskan batinnya atas apa yang telah mereka dapatkan. Hal lain adalah penerbangan Indonesia yakni garuda airlines. Mengapa mereka banyak diburu oleh konsumen, karena mereka melihat kepuasan emosional konsumennya. Dalam ha ini adalah pelayanan yang prima dan safety yang merupakan satu kesatuan dari rasa emosional.
Oleh karena itu bukan tidak mungkin kita memasukkan unsur emosional dalam setiap penyajian dan desain produk kita. Inilah yang saya sebut sebagai sigmentasi pasar berdasarkan reaksi emosional yang diaplikasikan dengan desain kita sendiri. jadi selain kualitas produk yang kita sajikan harus besar. Ada kalanya hal tersebut dapat di tandingi oleh kompetitor kita yang lebih mengedepankan terhadap kepuasan emosional.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar