Komprehensi dalam Perancangan Iklan

 on Selasa, 03 Maret 2015  

Dalam artikel sebelumnya yang berjudul visualisasi dalam penyajian bisnis sempat saya singgung mengenai konprehensi dalam bisnis atau lebih tepatnya lebih menjurus kepad a iklan. Sebenarnya apa itu komprehensi? Dan kaitannya dengan bisnis atau iklan apa?. Baik akan saya jelasnkan secara mendasar dari pengertian komprehensi terlebih dahulu.

Dalam kamus besar bahasa indonesia komprehensi dijelaskan sebagai bersifat mampu menangkap (menerima) dng baik. Atau dalam bahasa sederhana saya komprehensi adalah sebuah usaha aktif manusia dalam menangkap sesuatu disekitar. Banyak hal yang lebih dalam lagi dalam menjelskan komprehensi ini. Dalam dunia pendidikan komprehensi sungguh merupakan alat utama dalam penyampaian pebelajaran yang ada. Sering kita mendengar mengapa anak-anak dalam pendidikan lebih menyukai belajar secara visual? Yakni belajar menggunkan media-media aktif bergrafis? Jawabnnya sederhana, manusia sebagai makhluq dengan daya tangkap besar memiliki tingak serponsibilitas terhadap stimulus yang dihasilkan oleh apa yang didapat. Respon inilah yang menciptakan level dan tingkat mengerti manusia itu sendiri. yakni manusia lebih perlu melihat, saya ulangi, lebih perlu melihat sesuatu agar dapat menangkat dan memahaminya.
Dalam dasarwarsa terkahir banyak ahli yang melakukan pengembangan dan penelitian guna menciptakan hal pokok dalam menusia ini menjadi sebuah media baru untuk membantu dalam proses dan tingkat pemahaman manusia. Ini juga menyangkut mengenai  gaya berfikir manusia yang cenderung lebih bersifat visual. Salah satu model yang sudah ada terakhir ini adalah model VAK Neil Fleming. Dalam model ini dikatakan bahwa manusia dalam proses memahami lebih cenderung menggunakan tiga stmuli berikut, yakni, visual yang dilambangkan oleh mata, auditory oleh pendengaran, dan kinesthhetic atau tactical yang menjurus kepada penjelasan taktik.
Dalam dunia bisnis. Komprehensi dalam memahami informasi akan lebih cepat ditangkap oleh audiens target  atau konsumen apabila menggunakan dan disajikan dalam bentuk gambar baik itu diagram, bagan dan lain sebagainya. Ini lah yang merupapak titik bengek mengenai korelasi antara komprehensi dalam dunia bisnis.
Dijelaskan bahwa sistem visual manusia adalah sebuah pencari pola dengan kekuatan dan kerumitan yang luar bisa. Dan dan visual korteks di otak membentuk sebuah prosesor paralel masif yang menyediakan saluran dengan bandwidth selebar mungkin ke pusat kognitif manusia. Hal ini yang menyebabkan tingkat pengelolahannya lebih tinggi dan akan juga menghasilkan sesuatu yang lebih dalam pemahamannya. Seperti yang dijelaskan dalam buku yang diterbitkan oleh  clumn five. Berikut gambar bukunya column five : infografis.
Pemahaman saya adalah bukan tidak mungkin manusia akan lebih mendapatkan banyak informasi dari pada dia hanya mendengar saja. Artinya adalah kualitas dan kuantitas yang diperoleh dari apa yang dia lihat akan lebih banyak dari pada mendengarkan saja. Mengapa demikian. Dalam penerapannya manusia dalam proses visualisasi memiliki dan mengandung karakteristik yang disebu sebagai atribut praatentif. Praafentif adalah sesuatu yang di rasakano oleh mata dengan sangat cepat sehingga di proses oleh otak yang menghasilkan suatu pemahaman lebih.
Dari penjelasan diatas maka saya akan menggabungkan kosenp komprehensi ini dengan dunia bisnis. Dari analalogi pertama, ada banyak orang lebih menyukai iklan yang bergambar dari pada iklan yang hanya dengan baris penjelasan saja. Disamping informasi yang diperolah bisa dengan langsung didapat dalam gambar, penyajian dalam bentuk grafis memiliki daya pikat tersendiri jika bisa bercerita. Kedua, mengapa visualisasi komik lebih banyak disukai dari pada cerita yang hanya berupa teks semata? Inilah yang saya bilang sebagai bahan utama komprehensi dalam penyajian informasi, komik lebih memilik daya untuk membuat si pembaca terjun langsung dari apa yang dia lihat dengan cepat, sehingga bisa mengikuti cerita dengan konsep visual, sedangkan yang hanya disajikan dalam bentuk teks akan sangat lama karen proses konverensi otak yang juga cenderung lebih lama. Sehingga dari dua analogi ini bisa dikatakan bahwa bisnis atau lebih tepatnya iklan dalam bisnis akan sangat bai jika konsep komprehensi manusia sebagai mahluk berkir bisa di aplikasikan, disamping kita dapat dengan mudah menyajikan informasi, juga akan dengan cepat menyampaikan pesan dalam produk yang kita iklankan, sehingga menyebabkan konsumen akan dengan mudah mengkelomokkan mobilitas dan kebutuhannya, bukan tidak mugkin anda akan dijadikan salah satu dari pilihan mereka karen iklan anda yang visual dan informatif pastinya.

Untuk bahan acuan dan referensi anda juga bisa membaca buku strategi perancangan iklan outdoor kelas dunia yang ditulis M.Suyanto guru besar Stimik Amikom Yogyakarta. dalam buku tersebut sangat dengan jelas di gambarkan iklan-iklan dunia dalam bentuk visual. Penyajian bukunya yang full color akan membuat pemahaman anda lebih baik mengenai bagaimana merancang iklan bukan hanya baik, tapi juga memiliki nilai yang lebih.

sumber gambar: source

Komprehensi dalam Perancangan Iklan 4.5 5 Unknown Selasa, 03 Maret 2015 Dalam artikel sebelumnya yang berjudul visualisasi dalam penyajian bisnis sempat saya singgung mengenai konprehensi dalam bisnis atau leb...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cak Bisnis | we are your partner business

Popular Posts