Dalam artikel sebelumnya yang berjudul visualisasi
dalam penyajian bisnis sempat saya singgung mengenai konprehensi dalam bisnis
atau lebih tepatnya lebih menjurus kepad a iklan. Sebenarnya apa itu
komprehensi? Dan kaitannya dengan bisnis atau iklan apa?. Baik akan saya
jelasnkan secara mendasar dari pengertian komprehensi terlebih dahulu.
Dalam kamus besar bahasa indonesia komprehensi dijelaskan
sebagai bersifat
mampu menangkap (menerima) dng baik. Atau dalam bahasa sederhana saya
komprehensi adalah sebuah usaha aktif manusia dalam menangkap sesuatu
disekitar. Banyak hal yang lebih dalam lagi dalam menjelskan komprehensi ini. Dalam
dunia pendidikan komprehensi sungguh merupakan alat utama dalam penyampaian
pebelajaran yang ada. Sering kita mendengar mengapa anak-anak dalam pendidikan
lebih menyukai belajar secara visual? Yakni belajar menggunkan media-media
aktif bergrafis? Jawabnnya sederhana, manusia sebagai makhluq dengan daya
tangkap besar memiliki tingak serponsibilitas terhadap stimulus yang dihasilkan
oleh apa yang didapat. Respon inilah yang menciptakan level dan tingkat
mengerti manusia itu sendiri. yakni manusia lebih perlu melihat, saya ulangi,
lebih perlu melihat sesuatu agar dapat menangkat dan memahaminya.
Dalam dasarwarsa terkahir banyak ahli yang melakukan pengembangan dan penelitian
guna menciptakan hal pokok dalam menusia ini menjadi sebuah media baru untuk
membantu dalam proses dan tingkat pemahaman manusia. Ini juga menyangkut
mengenai gaya berfikir manusia yang
cenderung lebih bersifat visual. Salah satu model yang sudah ada terakhir ini
adalah model VAK Neil
Fleming. Dalam model ini dikatakan bahwa manusia dalam proses memahami
lebih cenderung menggunakan tiga stmuli berikut, yakni, visual yang
dilambangkan oleh mata, auditory oleh pendengaran, dan kinesthhetic atau
tactical yang menjurus kepada penjelasan taktik.
Dalam dunia bisnis. Komprehensi dalam memahami informasi akan lebih cepat
ditangkap oleh audiens target atau konsumen apabila menggunakan dan
disajikan dalam bentuk gambar baik itu diagram, bagan dan lain sebagainya. Ini lah
yang merupapak titik bengek mengenai korelasi antara komprehensi dalam dunia
bisnis.
Dijelaskan bahwa sistem visual manusia adalah sebuah pencari pola dengan
kekuatan dan kerumitan yang luar bisa. Dan dan visual korteks di otak membentuk
sebuah prosesor paralel masif yang menyediakan saluran dengan bandwidth selebar
mungkin ke pusat kognitif manusia. Hal ini yang menyebabkan tingkat
pengelolahannya lebih tinggi dan akan juga menghasilkan sesuatu yang lebih
dalam pemahamannya. Seperti yang dijelaskan dalam buku yang diterbitkan oleh clumn five. Berikut gambar bukunya column
five : infografis.
Pemahaman saya adalah bukan tidak mungkin manusia akan lebih mendapatkan
banyak informasi dari pada dia hanya mendengar saja. Artinya adalah kualitas
dan kuantitas yang diperoleh dari apa yang dia lihat akan lebih banyak dari
pada mendengarkan saja. Mengapa demikian. Dalam penerapannya manusia dalam
proses visualisasi memiliki dan mengandung karakteristik yang disebu sebagai
atribut praatentif. Praafentif adalah sesuatu yang di rasakano oleh mata dengan
sangat cepat sehingga di proses oleh otak yang menghasilkan suatu pemahaman
lebih.
Dari penjelasan diatas maka saya akan menggabungkan kosenp komprehensi ini
dengan dunia bisnis. Dari analalogi pertama, ada banyak orang lebih menyukai
iklan yang bergambar dari pada iklan yang hanya dengan baris penjelasan saja. Disamping
informasi yang diperolah bisa dengan langsung didapat dalam gambar, penyajian
dalam bentuk grafis memiliki daya pikat tersendiri jika bisa bercerita. Kedua,
mengapa visualisasi komik lebih banyak disukai dari pada cerita yang hanya berupa
teks semata? Inilah yang saya bilang sebagai bahan utama komprehensi dalam
penyajian informasi, komik lebih memilik daya untuk membuat si pembaca terjun
langsung dari apa yang dia lihat dengan cepat, sehingga bisa mengikuti cerita
dengan konsep visual, sedangkan yang hanya disajikan dalam bentuk teks akan
sangat lama karen proses konverensi otak yang juga cenderung lebih lama. Sehingga
dari dua analogi ini bisa dikatakan bahwa bisnis atau lebih tepatnya iklan
dalam bisnis akan sangat bai jika konsep komprehensi manusia sebagai mahluk
berkir bisa di aplikasikan, disamping kita dapat dengan mudah menyajikan
informasi, juga akan dengan cepat menyampaikan pesan dalam produk yang kita
iklankan, sehingga menyebabkan konsumen akan dengan mudah mengkelomokkan
mobilitas dan kebutuhannya, bukan tidak mugkin anda akan dijadikan salah satu
dari pilihan mereka karen iklan anda yang visual dan informatif pastinya.
Untuk bahan acuan dan referensi anda juga bisa membaca buku strategi
perancangan iklan outdoor kelas dunia yang ditulis M.Suyanto guru besar Stimik Amikom Yogyakarta. dalam buku
tersebut sangat dengan jelas di gambarkan iklan-iklan dunia dalam bentuk
visual. Penyajian bukunya yang full color akan membuat pemahaman anda lebih
baik mengenai bagaimana merancang iklan bukan hanya baik, tapi juga memiliki
nilai yang lebih.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar