Ciri khas furnitur madura terletak pada bentuk, jenis kayu,
jenis ukiran, dan warnanya yang selalu cerah serta berwarna-warni. Pada
furnitur madura, pengaruh China terasa sangat kuat. Ini antara lain bisa
dilihat dari kursi-kursi madura yang berukuran relatif besar dan selalu
menyertakan ukiran pada bagian tengahnya. Tidak hanya pada kursi pengaruh China pada furnitur madura
terasa, tetapi juga pada balai-balai yang biasa diletakkan di area teras untuk
orang duduk-duduk santai. Balai-balai madura tidak hanya memiliki satu desain,
tetapi ada pula yang dilengkapi dengan tiang pada bagian kanan dan kirinya.
Balai-balai tersebut biasanya juga memiliki sandaran pada
sekelilingnya sehingga selain untuk duduk dan bersandar, juga dapat digunakan
sebagai tempat tidur dan melindungi anak-anak yang ditidurkan di tempat
tersebut.Ornamen interior seperti peti sebagai tempat menyimpan
barang juga banyak muncul pada furnitur madura. Peti semacam ini juga tak lepas
dari ciri khas pengaruh China. Hal ini, antara lain, bisa dilihat dari adanya
ukiran dan aksesori logam atau tembaga yang selalu menyertai desain pada peti
madura.
Warna cerah Bahan material yang digunakan pada furnitur madura biasanya
adalah berbagai jenis kayu, seperti kayu jati, kayu akasia, dan sawo kecik.
Sedangkan pada proses penyelesaiannya (finishing) umumnya perajin furnitur
madura menggunakan dua cara, yakni dengan melamik atau dengan menggunakan cat
warna pada ukiran. Kalau pada furnitur yang terbuat dari kayu, biasanya juga
menonjolkan tekstur dari kayu tersebut. Maka, pada furnitur madura warna coklat
kayu aslinya seakan hilang dan diganti dengan dominasi warna-warna cerah,
seperti hijau dan merah.
Konon, pilihan warna-warni yang berani pada furnitur madura
tak lepas dari watak para perajinnya. Mereka umumnya mempunyai watak yang tegas
dan berani. Watak yang ada pada diri para perajin itu kemudian dimunculkan pula
dalam karya mebelnya, lewat warna-warna yang cerah dan menonjol.
Pengaruh gaya hidup
Furnitur madura dengan warna-warni cerah dan ukirannya yang
khas sebetulnya juga mengalami perkembangan, meskipun perkembangan itu oleh
sebagian orang dianggap tak terlalu terasa. Dominasi pengaruh China tetap
muncul meski pengaruh negeri bambu itu sudah ada sejak sekitar tahun 1700-an.
Perkembangan interior tak lepas dari pengaruh perubahan gaya
hidup para pemakai, kemajuan teknologi, dan pergeseran cara pandang dalam
menyikapi kehidupan sekarang.
Orang sekarang cenderung mau yang serba praktis dan cepat.
Ini membuat interior ruang dalam rumah pun mengalami perubahan sesuai dengan
selera estetika dan fungsi yang dikehendaki pemiliknya.
Segala sesuatu yang konvensional lalu bergeser menjadi
modern sesuai dengan fungsinya. Tuntutan masyarakat terhadap interior turut
berubah pula. Mereka kini umumnya lebih peduli kepada keindahan, kualitas
material, keserasian, dan penataan ruangan yang baik di samping memilih yang
lebih mudah perawatannya.
Seiring dengan hal tersebut, konsep interior pun berkembang.
Muncul berbagai macam konsep interior, di antaranya bergaya etnik (seperti
Jawa, China, dan Bali), eklektik, klasik, semi-klasik, etnik-modern, modern,
dan minimalis. Maka, setiap orang pun memilih konsep interior yang paling
sesuai dengan seleranya.
Tonjolkan ciri khasnya
Furnitur madura tentunya bisa menjadi sangat menarik bila
ditata pada interior masa kini karena kekhasannya dalam warna dan ukiran.
Furnitur madura dapat ditempatkan sebagai furnitur inti dalam rumah, pada
sebuah interior ruangan ataupun hanya sebagai aksen saja.
Menyesuaikan diri dengan perkembangan interior masa kini,
furnitur madura sebaiknya tidak diletakkan begitu saja sesuai dengan fungsinya
dalam masing-masing ruang. Akan lebih menarik dan dapat memberi kesan
menyegarkan ruangan bila peletakannya disesuaikan dengan elemen-elemen interior
yang lain. Artinya, penempatan furnitur madura dengan ciri khasnya harus disesuaikan
antara lain dengan luas ruang, konsep desain, pemilihan warna, pencahayaan,
komposisi, dan aspek ergonomis.
Memang tak ada batasan luas ruang yang ideal di mana
furnitur madura bisa ditempatkan. Furnitur madura bisa diletakkan di ruangan
yang luas maupun yang sempit, dengan syarat tetap memerhatikan elemen interior
di sekitarnya.
Sebaiknya furnitur madura tak dicampurkan dengan furnitur
yang beraksen ukiran berat lainnya. Akan lebih bagus jika furnitur madura
dipadukan dengan furnitur yang berbentuk lebih modern atau simpel tanpa ukir.
Dengan demikian, ciri khas furnitur madura dengan ukirannya akan terlihat lebih
menonjol.
Warna ruang
Pewarnaan ruangan yang tepat tentu akan memengaruhi bagus
atau tidaknya furnitur madura diletakkan dalam suatu ruang. Untuk pemilihan
warna ruang, sebetulnya sah-sah saja Anda memilih warna yang sesuai dengan
selera karena memang tidak ada aturan baku untuk hal ini.
Bagi mereka yang menyukai warna terang dan kontras, furnitur
madura yang berwarna-warni tetap bisa diselaraskan dengan warna ruang yang
terang, seperti merah, merah bata, oranye, hijau terang, dan kuning.
Namun, untuk penyuka warna-warna netral, tentu akan lebih
mudah menyelaraskannya dengan warna-warni yang selalu menyertai furnitur
madura. Pilihan warna netral untuk ruang itu antara lain putih, abu-abu muda,
cream, dan off-white.
Bagaimanapun, Anda sebaiknya mempertimbangkan bahwa warna
ibarat nyawa dalam interior. Warna dapat memengaruhi mood dan emosi
penghuninya. Namun, dengan semakin banyaknya variasi warna yang terus
berkembang saat ini, tentunya akan makin mudah bagi Anda untuk memilih warna
dinding ruangan agar sesuai dengan mebel madura.
Selain warna ruang, pencahayaan juga sangat menentukan
keindahan interior secara menyeluruh maupun mengangkat keindahan furnitur atau
pernak-pernik interior. Pemilihan pencahayaan yang tepat dan fixture yang
sesuai sangat berpengaruh terhadap keindahan furnitur madura.
Etnik modern dan klasik
Anda dapat menggunakan mebel madura dalam interior yang
bertemakan etnik modern dan klasik. Mebel madura bisa ditempatkan sebagai
bagian dari elemen interiornya.
Ini tidak sama halnya dengan interior modern minimalis yang
memiliki karakter ”bersih”, efektif, efisien, sederhana, dan minimal dalam
peletakan barang-barangnya. Untuk interior modern minimalis, keberadaan
furnitur madura bisa kurang tepat.
Meski demikian, jika Anda ingin menciptakan ruang minimalis
etnik, tentunya sah-sah saja untuk menempatkan satu atau dua furnitur madura
sebagai aksen ruang. Minimalis di sini maksudnya lebih kepada minimalnya jumlah
furnitur di dalam ruang, tetapi tetap menyertakan unsur etnik di dalamnya
sebagai aksen atau memperkuat karakter desain tersebut.
Misalnya, Anda bisa meletakkan tempat tidur berkaki dengan
empat tiang pada tiap sudutnya dan difungsikan sebagai tiang kelambu.
Masing-masing tiang disertai ornamen menarik dengan sentuhan akhir warna yang
kontras. Ranjang semacam ini bisa menjadi fokus ruangan dan jelas fungsinya.
Anda bisa memesan furnitur madura yang desain dan motif
ukirannya sesuai dengan bentuk yang Anda inginkan. Namun, kalau melihat
furnitur madura yang ada di pasaran, tampak bahwa sesungguhnya furnitur madura
pun mengalami perubahan desain.
Ornamen ukir pada furnitur madura sudah mulai disederhanakan
dan juga diletakkan sebagai pelengkap aksen saja. Hal ini tampaknya tak lepas
dari pengaruh furnitur jawa yang relatif lebih laku di pasaran dibandingkan
dengan mebel madura.
Bagaimanapun para pengusaha dan perajin ukir madura harus
menyesuaikan diri dengan perubahan agar mereka bisa tetap eksis. Mereka harus
mau mengerjakan desain yang bisa diterima masyarakat banyak, tak hanya
memproduksi furnitur untuk konsumsi orang Madura di Madura saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar